Kamis, 25 Juni 2026

Syair Batas Pintu Maafku


 


Syair Batas Pintu Maafku


Pintu maafku selalu terbuka lebar,
Bagi jiwa yang tulus serta bersabar,
Kepada Allah tauhidnya berkibar,
Tiada syirik yang membuat iman pudar.

Kan kurengkuh mereka dalam kedamaian,
Yang menjaga shalat penuh kesetiaan,
Sujud dan ruku' menjadi kebiasaan,
Membasuh dosa, menjemput ampunan.

Namun maafku punya pagar pembatas,
Bagi yang tulus dan berhati ikhlas,
Tak akrab dengan kaum zhalim penindas,
Yang memusuhi diriku dengan culas.

Jika engkau teguh dalam ketauhidan,
Shalat dijaga, musuhku dijauhkan,
Maka lapang dada ini kusandarkan,
Segala khilafmu pasti kumaafkan.

Memaafkan Yang Terpuji Itu Jika Membawa Ishlah ( Perbaikan )

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ۝٤٠

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (mengadakan perbaikan), maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS. Asy-Syura : 40)


Ayat ini mengaitkan kata memaafkan ('afa) dengan mengadakan perbaikan (ashlaha). Para ulama menyimpulkan bahwa memaafkan baru bernilai pahala besar jika tindakan memaafkan tersebut melahirkan ishlah (perbaikan). Jika memaafkan justru membuat pelaku semakin zhalim (madharat lebih besar), maka tidak memaafkan atau menegakkan hukum itu lebih utama.

Selasa, 16 Juni 2026

Menjaga Marwah Hati yang Terkhianat


 


Menjaga Marwah Hati yang Terkhianat


Jika trauma hadir di dalam dada,
Bukanlah tanda dirimu nista,
Ia adalah bukti yang nyata,
Ketulusanmu dalam berkawan saja.

Kau beri jiwa tanpa bersyarat,
Menjalin persahabatan teramat erat,
Meski dibalas luka tersayat,
Ketulusanmu tetaplah bermartabat.

Kini rasa takut kerap melanda,
Gemetar tubuh saat menyapa,
Jangan kau sesali batin yang luka,
Itu cara tubuh menjaga raga.

Dinding dibangun demi selamat,
Agar tak lagi perih menyengat,
Tubuhmu tahu caramu merawat,
Dari kawan akrab yang khianat.

"Menjauh dari keramaian bukan berarti kamu kalah. Itu adalah cara jiwamu menyembuhkan diri dari luka yang tak terlihat."

"Satu pengkhianatan dari orang terdekat memang cukup untuk menghancurkan kepercayaan, tetapi jangan biarkan itu menghancurkan masa depanmu."

"Kamu tidak bersalah karena telah menaruh ketulusan. Yang salah adalah mereka yang tidak tahu cara menghargai ketulusan tersebut."

"Waktu mungkin tidak menghapus ingatanmu tentang rasa sakit itu, tetapi waktu akan membuatmu lebih kuat saat mengingatnya."

Jumat, 05 Juni 2026

Hargailah Ketulusan Agar Tidak Pergi


 


Hargailah Ketulusan Agar Tidak Pergi


"Ketulusan adalah permata langka yang bertahta di dasar jiwa; bagaikan bahtera di samudra dusta, hargailah selagi ia menepi. Jika tidak dihargai dan kau acuhkan, ia akan mengangkat sauh, berlayar menjauh menuju keabadian yang tak tersentuh, pamit tanpa suara, dan tak akan pernah kembali."

19-12-1447 H

Syair Batas Pintu Maafku

  Syair Batas Pintu Maafku Pintu maafku selalu terbuka lebar, Bagi jiwa yang tulus serta bersabar, Kepada Allah tauhidnya berkibar, Tiad...